Posts

Renungan : Belajar dari Hamster

Adakah yang pernah memelihara Hamster? Tahukah kamu bagaimana cara memelihara hamster? Tampaknya mudah tinggal dikasih makan saja tapi sebenarnya, memelihara binatang sekcil itu juga merupakan sesuatu yang sangat sulit. Kondisi ukuran dan kebersihan kandang harus dijaga agar hamster tidak jatuh sakit, Harus ada mainan supaya hamster tidak menjadi gendut dan malas, makanan diberikan juga harus menggunakan tempat sendiri karena jika ditebar begitu saja, makanan yang tidak termakan akan membusuk dan hamster akan menjadi sakit. Hamster juga memerlukan cahaya matahari, namun tidak boleh terlalu terik. Mandiin hamster tidak boleh langsung diguyur, tapi harus dengan air sedikit-demi sedikit sambil disikat pelan-pelan. Dan kalau mau lengkap, hamster harus dipijat untuk melancarkan peredaan darahnya. Tentu saja dengan perawatan yang banyak seperti itu, saat kita membeli seekor hamster, hidup mati hamster itu ada di tangan kita, pemiliknya. Hamster tersebut bergantung pada kita untuk menjaga...

CARA MENGHADAPI KESEPIAN

Jika anda merasa kesepian hari ini, kenalilah bahwa kesepian adalah sebuah tanda bahwa ada perubahan yang harus dilakukan dalam hidup anda. Rasa kesepian bukanlah sebuah hal yang sangat memalukan yang menyatakan bahwa anda gagal secara sosial, namun merupakan sebuah masalah umum yang kompleks tapi bisa diatasi. Dalam proses mengatasinya, diperlukan usaha yang dilakukan secara sadar untuk membuat perubahan (Cherry, 2020). Seringkali jika kita merasa kesepian, kita terdorong untuk menjauhkan diri dari lingkungan, dimana hal ini hanya akan mengulangi pola kesepian. Mau tidak mau, ada sebuah usaha nyata yang harus dilakukan untuk memecahkan pola ini (Jackson-Gibson, 2020).Walaupun kesepian adalah sebuah kondisi yang dialami semua orang hingga bisa dibilang wajar, bukan berarti ini adalah masalah yang mudah untuk diselesaikan. Namun ada usaha-usaha disengaja yang bisa dilakukan untuk mengurangi rasa kesepian dalam diri seseorang : (dalam Raypole, 2019; Oppong, 2019; Plotnik & Kouyoumdji...

Stress Reduction Tips

By Ariyanto Yanwar, M.Psych., Psychologist  The key to reduce stress is to not let your mind and body become automatic. Awareness is the number one step in any journey to self healing. Since, how do you fix something that you don’t even recognize? Naturally, not everything can be done in certain situations, but one shoul d try to combine different strategies in life. 1.        Add something beautiful to your life on a daily basis Things that would make your views more “enjoyable”. You can add flowers, or redecorate your room, or simply cleaning up the house can leave you feeling refreshed. 2.        Do enjoyable activities whenever possible Anything you enjoy should be the first thing you try to reduce stress. 3.        Walk, work, and eat at a relaxed pace There is no real rush. Even if you have some work to be done, there is plenty of time to do them without rushing. 4.    ...

MEMBANTU ANAK DEPRESI

Oleh : Ariyanto Yanwar, M.Psi., Psikolog Jika anda saat ini sudah memiliki status orangtua, kemungkinan besar anda sudah tahu apa itu namanya depresi. Anda mungkin sudah pernah mengalaminya sendiri baik sekarang atau di masa muda anda. Faktanya adalah, semua orang kemungkinan akan depresi setidaknya satu kali dalam hidupnya. Ada yang berhasil melewati, ada yang terbebani depresi seumur hidup. Depresi menyerang siapa saja, tanpa peduli usia, jenis kelamin, dan suku bangsa. Anak balita juga bisa menunjukkan tanda-tanda depresi, dan anak-anak dan remaja menghadapi depresi lebih berat karena kemampuan emosional mereka sebenarnya belum siap untuk menghadapinya. Walaupun kita sebagai orangtua juga memiliki kesusahannya masing-masing, ingatlah bahwa di masa-masa terkelam, seorang anak pasti mengharapkan ada figur orangtua yang bisa membantunya. Sebelum itu, ini adalah beberapa tanda yang perlu anda lihat untuk membaca jika anak anda sedang depresi atau tidak. Kadangkala hal ini sulit didete...

Expressing Negative Emotions

Oleh : Ariyanto Yanwar, M.Psi., Psikolog One day, I encountered a video on a certain social media. The video showed a little boy, probably about 4 or 5, and the boy was crying. The caption was the boy had just made a mistake and the mother was in the middle of disciplining him (which she recorded and posted on social media. This is not a recommended action for positive parents). But I was stuck on a certain moment where after a few seconds into the video, the mother started yelling to the child, saying, “ No crying! You must smile! ”. Just a few seconds after the instruction, the boy started showing his teeth, grinning to the camera. His eyes were still red and his tears were still dropping but it was clear that the boy tried following the instruction and forced himself to smile. But it lasted for just a second and the boy started sobbing again, this time even louder. In response to the boy’s sobbing, the mother once again said, with louder voice than the last time, “ NO CRYING!! SMILE...

To be an Effective Member in a Group

By: Ariyanto Yanwar, M.Psych., Psychologist Group counseling is an interpersonal process where members explore themselves in relationship to others in an attempt to modify their attitudes and behaviors. Group meetings do not always have to be therapeutic but sometimes it is a good idea to make sure that if the group indeed is entering a therapeutic situations such as mutual sharing or heart-to-heart sessions or even group counseling, there will be things that can be done to ensure the effectiveness group settings. According to Pollack and Slan (1995) a number of questions should be asked to group participants at the beginning of the meeting in order to set the atmosphere for a safe group sharing session or group counseling. 1.       What kind of help do they need and want? Are they favorably disposed towards group discussion or do they prefer to discuss those problems individually? 2.       Can they talk in the presence of others? ...

Persahabatan Toxic

Oleh : Ariyanto Yanwar, M.Psi., Psikolog Semua orang memerlukan teman dan tidak semua orang bisa menjadi teman yang baik.  1 Konsep utama persahabatan -         Hubungan, baik pertemanan, keluarga, hingga hubungan romantis, pada dasarnya memiliki satu prinsip besar : Positif untuk kedua belah pihak, dimana ada hak dan tanggung jawab yang dirasakan oleh kedua belah pihak serta effort yang bersifat dua arah. -         Idealnya, dengan demikian, hubungan pertemanan akan menjadi saling membangun. -         Di saat salah satu pihak saja yang melaksanakan tanggung jawabnya, ataupun ada salah satu pihak yang selalu harus ditoleransi, hubungan bisa berjalan, namun sifatnya menjadi destruktif. -         Pertemanan yang destruktif tidak selalu bentuknya saling menyakiti atau penuh dengan konflik. Kadang ada pertemanan yang kelihatannya baik-baik ...