3 Kunci Kebenaran dalam Kisah Ishak
Kita semua
mengenal Ishak sebagai anak yang sudah lama dijanjikan Allah pada Abraham.
Abraham dan Sara yang sudah tua dan tidak memiliki anak dengan setia menunggu
karena Allah sendiri yang telah menubuatkan bahwa Sara yang akan melahirkan
keturunan untuk Abraham (Kejadian 17:19). Setelah itu, kita juga mengenal
cerita dimana Abraham diperintahkan Tuhan untuk mengorbankan Ishak sebagai
korban syukuran untuk membuktikan kesetiaannya pada Tuhan (Kejadian 22:2). Ishak adalah anak kesayangan Abraham namun
Abraham dengan taat bersedia mengorbankan anaknya tersebut walaupun pada
akhirnya Tuhan menahan tangannya sehingga Ishak tetap hidup dan akhirnya
memiliki keturunan sendiri yaitu Esau dan Yakub.
Dari cerita itu,
seringkali kita mengingat mengenai kesetiaan Abraham si Bapa Segala Bangsa
serta kesetiaan Tuhan dalam menggenapi janji-Nya terhadap Abraham. Namun
tahukah kamu, ada beberapa hal yang bisa kita pelajari juga dari Ishak.
1. Pertama,
Ishak belajar hidup dalam KETAATAN
(Kejadian 26:1-6)
Rencana Tuhan bagi kehidupan kita masing-masing adalah supaya kita terus menerus naik ke tingkat-tingkat yang baru. Tetapi seberapa tingginya kita bisa naik dalam kehidupan dan seberapa banyaknya kemurahan dan berkat-berkat Tuhan yang kita alami, berkaitan langsung dengan seberapa taatnya kita mengikuti petunjuk-petunjuk perintah-Nya.
Sepanjang kehidupan, Tuhan akan berurusan dengan kita dan menyatakan kepada kita bidang-bidang kehidupan kita yang perlu DIPERBAIKI. Ia sering berbicara kepada kita melalui HATI NURANI kita, atau melalui suatu SUARA KECIL dan TENANG.
Tuhan menampakkan diri kepada Ishak dan memberikan perintah: “Janganlah pergi ke Mesir, diamlah di negeri yang akan Kukatakan kepadamu.” (Kejadian 26:2). Ishak meresponi dengan baik perintah Tuhan, ia mentaatinya: “Jadi tinggallah Ishak di Gerar.” (Kejadian 26:6)
Saat Tuhan memberi perintah agar jangan ke Mesir, Ishak tidak membantah dan bertanya kepada Tuhan mengapa melarangnya pergi ke Mesir?
Ishak hanya tunduk dan taat kepada suara Tuhan. Kunci hidup dalam berkat adalah setia dan taat!
Ulangan 28:1-2
Rencana Tuhan bagi kehidupan kita masing-masing adalah supaya kita terus menerus naik ke tingkat-tingkat yang baru. Tetapi seberapa tingginya kita bisa naik dalam kehidupan dan seberapa banyaknya kemurahan dan berkat-berkat Tuhan yang kita alami, berkaitan langsung dengan seberapa taatnya kita mengikuti petunjuk-petunjuk perintah-Nya.
Sepanjang kehidupan, Tuhan akan berurusan dengan kita dan menyatakan kepada kita bidang-bidang kehidupan kita yang perlu DIPERBAIKI. Ia sering berbicara kepada kita melalui HATI NURANI kita, atau melalui suatu SUARA KECIL dan TENANG.
Tuhan menampakkan diri kepada Ishak dan memberikan perintah: “Janganlah pergi ke Mesir, diamlah di negeri yang akan Kukatakan kepadamu.” (Kejadian 26:2). Ishak meresponi dengan baik perintah Tuhan, ia mentaatinya: “Jadi tinggallah Ishak di Gerar.” (Kejadian 26:6)
Saat Tuhan memberi perintah agar jangan ke Mesir, Ishak tidak membantah dan bertanya kepada Tuhan mengapa melarangnya pergi ke Mesir?
Ishak hanya tunduk dan taat kepada suara Tuhan. Kunci hidup dalam berkat adalah setia dan taat!
Ulangan 28:1-2
“Jika engkau baik-baik mendengarkan suara
Tuhan, Allahmu, dan melakukan dengan setia segala perintah-Nya yang Kusampaikan
kepadamu pada hatinini, maka Tuhan, Allahmu, akan mengangkat engkau di atas
segala bangsa di bumi dan segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi
bagianmu…”
Jika
Allah memerintahkan sesuatu untuk dilakukan belajarlah untuk taat, lakukan
saja! Penting bagi kita untuk mengerti bahwa segala sesuatu yang Tuhan
beritahukan kepada kita adalah untuk kebaikan kita.
2.
Kedua, Ishak MENABUR di masa kelaparan (Kejadian 26:12-13),
Hasil dari ketaatan adalah kesanggupan untuk menabur di masa kesusahan.
Setiap yang kita miliki di saat susah adalah sangat berharga buat kita, sangat besar artinya buat kita. Jika sesuatu yang ada di tangan kita itu tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan kita maka jadikanlah itu sebagai benih untuk ditaburkan, dari sanalah Tuhan memberikan solusinya atas problema hidup kita. Setiap benih yang kita tabur di masa kesusahan, Tuhan berjanji bahwa kita pasti akan menuai dengan sorak sorai sambil membawa berkas-berkasnya (Mazmur 126:5-6). Di saat negrinya sedang dilanda kelaparan, Ishak dengan tekun mempekerjakan ladangnya sehingga ia diberkati Tuhan. Ia menjadi semakin kaya sehingga bahkan musuh-musuhnya cemburu padanya.
Hasil dari ketaatan adalah kesanggupan untuk menabur di masa kesusahan.
Setiap yang kita miliki di saat susah adalah sangat berharga buat kita, sangat besar artinya buat kita. Jika sesuatu yang ada di tangan kita itu tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan kita maka jadikanlah itu sebagai benih untuk ditaburkan, dari sanalah Tuhan memberikan solusinya atas problema hidup kita. Setiap benih yang kita tabur di masa kesusahan, Tuhan berjanji bahwa kita pasti akan menuai dengan sorak sorai sambil membawa berkas-berkasnya (Mazmur 126:5-6). Di saat negrinya sedang dilanda kelaparan, Ishak dengan tekun mempekerjakan ladangnya sehingga ia diberkati Tuhan. Ia menjadi semakin kaya sehingga bahkan musuh-musuhnya cemburu padanya.
3.
Ishak tetap TENANG dalam menghadapi pertengkaran (Kejadian 26:18-22)
Mengapa Ishak rela melepaskan sumur-sumur miliknya yang mengeluarkan air yang berbual-bual? Mengapa Ishak tidak mempertahankan haknya. Bukankah Ishak orang kaya, punya kekuatan dan kekuasaan untuk melawan? Ishak mengerti bahwa Sumber dari semuanya adalah Tuhan, bukan sumur itu. Ishak mengerti bahwa sesuatu yang berasal dari Tuhan maka itulah yang menjadi miliknya. Jika sesuatu itu milik Tuhan, maka Tuhan akan memeliharanya, melindunginya dan melipatgandakannya. Ishak menggali sumur dan sumur itu direbut dengan semena-mena oleh orang Filistin sampai berkali-kali. Ishak menghindari diri dari pertengkaran. Namun saat Ishak menggali sumur yang lain, orang Filistin tidak merebutnya lagi karena mereka melihat adanya penyertaan Tuhan dalam hidup Ishak. Ishak menamai sumur itu Rehobot (ruang yang luas untuk bergerak).
Mengapa Ishak rela melepaskan sumur-sumur miliknya yang mengeluarkan air yang berbual-bual? Mengapa Ishak tidak mempertahankan haknya. Bukankah Ishak orang kaya, punya kekuatan dan kekuasaan untuk melawan? Ishak mengerti bahwa Sumber dari semuanya adalah Tuhan, bukan sumur itu. Ishak mengerti bahwa sesuatu yang berasal dari Tuhan maka itulah yang menjadi miliknya. Jika sesuatu itu milik Tuhan, maka Tuhan akan memeliharanya, melindunginya dan melipatgandakannya. Ishak menggali sumur dan sumur itu direbut dengan semena-mena oleh orang Filistin sampai berkali-kali. Ishak menghindari diri dari pertengkaran. Namun saat Ishak menggali sumur yang lain, orang Filistin tidak merebutnya lagi karena mereka melihat adanya penyertaan Tuhan dalam hidup Ishak. Ishak menamai sumur itu Rehobot (ruang yang luas untuk bergerak).
Ada tiga kunci kebenaran dari kisah Ishak.
Ishak
mentaati perintah Tuhan; Ishak menabur benih di masa kelaparan dan Ishak tetap
tenang dalam menghadapi pertengkaran (Taat, Tabur, Tenang).
Taatilah Tuhan, taburlah benih firman Tuhan, dan bersikap tenang menghadapi masalah kehidupan ini. Kamu akan melihat kuasa Allah bekerja dalam hidup Kamu untuk mendatangkan berkat, mujizat, kelimpahan dan kemenangan dalam hidupmu.
Taatilah Tuhan, taburlah benih firman Tuhan, dan bersikap tenang menghadapi masalah kehidupan ini. Kamu akan melihat kuasa Allah bekerja dalam hidup Kamu untuk mendatangkan berkat, mujizat, kelimpahan dan kemenangan dalam hidupmu.
Comments
Post a Comment